Krenyes Gurih Tahu Kipas

Devita Sari – detikFood

GB

Jakarta – Tahu yang satu ini bukan sembarang tahu. Balutan tipis tepung dibagian luar membuat rasa tahu gurih renyah dan lembut di bagian dalam. Cincangan aneka seafood dan sayuran membuat rasanya makin lezat ditambah dengan cocolan sambal yang asam pedas hmm… renyah enak!

Makanan yang satu ini memang tergolong sederhana namun khas. Bahan dasarnya berupa tahu yang bagian luarnya dibalut dengan tepung tipis. Sedangkan isinya sangat khas dan komplet karena terdiri dari perpaduan aneka sefood dan sayuran.

Biasanya tahu kipas banyak ditemui di berbagai restoran yang menyajikan menu Sunda. Tahu kipas berbeda dengan tahu goreng lainnya yang biasanya hanya diisi sayuran. Tahu kipas ini memakai tahu sumedang dengan isi berupa udang dan ayam yang dicincang dan dibumbui. Tak ketinggalan cincangan aneka sayuran dan jamur sebagai pelengkapnya.

Setelah tahu diisi barulah tahu diberi tepung yang tipis di bagian luarnya dan dimasak dalam minyak panas hingga kuning keemasan. Bagian luarnya renyah gurih sedangkan adonan udang dan jamurterasa sangat gurih pula. Sebagai pelengkap tahu kipas ini ada cocolan sambal yang bervariasi mulai dari saos sambal, sambal asam manis, hingga sambal kecap.

Ditemani dengan sepiring nasi putih yang mengepul hangat, sudah pasti rasanya hmm… uenak tenan!

Pondok Laguna Restaurant
Batu Tulis Raya no. 45
Jakarta Pusat
Telp: 021-3459991

Iki Kuwi
Mal Of Indonesia Lt.1 #B-19
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp: 021-45868184

Ikan Nila Goreng Pak Ono
Jl. Pesanggrahan Raya No.1128E Meruya
Puri Indah – Jakarta Barat
Telp: 021-5820527

Waroeng Sunda
Jl. Raya Serpong KM. 8 No. 88
(Sebelah SPBU Pertamina)
Pondok Jagung – Tangerang
Telp: 021-5315 7976

Sari Kuring Restaurant
Jl. Jendral Sudirman SCBD Lot. 21
Jakarta Selatan
Telp: 021-5155302

( dev / Odi )

sumber : http://food.detik.com/

Iklan

Pindah Alamat

Bagi pengunjung blog ini, update informasi UKM silahkan ke website : www.arizaduta.com

Reparasi Komputer dan Laptop

Sekarang ini kebanyakan orang memiliki computer atau laptop. Sebagian dari pemilik itu adalah pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantor. Peluang ini bisa Anda wujudkan sebagai peluang bisnis. Yang Anda butuhkan dalam usaha ini adalah keahlian dan kemampuan.

Konsumen utama Anda adalah para pemilik dan pengguna komputer. Untuk memulai usaha ini Anda cukup menyediakan tempat yang strategis dan ruangan yang cukup. Kemudian tempatkan rak, lemari display kaca yang cukup besar dan tinggi, meja dan kursi, serta peralatan pendukung reparasi lainnya. Selanjutnya Anda menyiapkan minimal satu computer dengan spesifikasi tinggi yang digunakan untuk mencoba CPU atau computer yang sudah jadi.

Untuk menambah display, Anda bisa menyediakan berbagai macam keperluan computer seperti keyboard, mouse, speaker, monitor dan lain-lain. Tarif service adalah bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitannya.

Keberhasilan usaha ini terletak pada kualitas dan harga. Jika usaha Anda sudah berkembang, ada baiknya Anda juga menjual berbagai kebutuhan computer dan laptop beserta aksesorisnya.

Analisa Ekonomi

Modal Awal

Sewa tempat                                                   Rp. 10.000.000

Peralatan dan stok barang                               Rp. 10.000.000

Total                                                               Rp. 20.000.000

Biaya Operasional

Gaji 2 pegawai                                                Rp.  1.600.000

Listrik dan telepon                                          Rp.    300.000

Stok barang                                                     Rp.  8.100.000

Total                                                               Rp. 10.000.000

Omzet per bulan                                            Rp. 15.000.000

Laba perbulan                                               Rp.  5.000.000

Masa kembali modal                                     4 bulan

Sumber: Buku 121 Peluang Bisnis Terpopuler

Sumber : http://bisnisukm.com

Gado-Gado Tetap Kuliner Populer

Gado-Gado Tetap Kuliner Populer

Gado-gado merupakan salah satu makanan asli dari Indonesia yang terbuat dari campuran sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu. Kemudian ditambah dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan dengan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan bawang goreng dan sedikit emping goreng serta kerupuk. Gado-gado juga dapat dimakan bersama dengan lontong atau nasi. Seperti itulah gado-gado, makanan yang sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia. Di semua sudut wilayah dan daerah kita bisa dengan mudah menemukan warung atau penjual gado-gado baik yang berkelas kaki lima maupun kelas restoran mewah.

Dalam mengembangkan usaha gado-gado, yang menjadi perhatian utama adalah pemilihan dan penggunaan sayuran yang segar dan dengan kondisi yang baik. Harus dihindari menggunakan sayuran yang layu, rusak, atau busuk. Setelah itu, sebelum sayuran tersebut direbus harus dicuci terlebih dahulu. Hal lain yang menjadi perhatian juga adalah penggunaan kacang tanah. Kacang tanah yang digunakan untuk membuat bumbu harus segar dan tidak apek. Dan sebaiknya kacang tersebut digoreng pada hari yang sama sehingga masih renyah dan mudah diolah.

Tempat yang strategis juga berpengaruh terhadap ramai atau tidaknya usaha gado-gado yang nantinya akan dijalankan. Selama ini, para penjual gado-gado banyak ditemui di tempat-tempat seperti perumahan, perkantoran, pasar, dan juga kampus. Tempat-tempat seperti itulah dengan mobilitas orang yang tinggi sangat memungkinkan dengan cepat usaha gado-gado akan cepat dikenal.

Perlengkapan yang digunakan untuk membuka usaha gado-gado juga tergolong sederhana. Diantaranya gerobak atau menggunakan meja yang sudah dilengkapi dengan etalase. Serta menggunakan perlatan tempur memasak seperti cobek batu untuk menghaluskan bumbu, aneka wadah sayuran, peralatan memasak (kompor, tabung gas, dan panci), kemudian juga menggunakan peralatan memasak seperti piring, gelas, sendok, dan garpu.

Untuk langkah awal yang harus dilakuakan untuk mengenalkan usaha gado-gado ini ke masyarakat adalah perlunya promosi. Walaupun sebenarnya, kebanyakan usaha-usaha kuliner promosinya melalui mulut ke mulut dari para pelanggan yang pernah mencicipi masakan tersebut. Berarti kualitas rasa yang lezat memang harus menjadi garda depan agar tidak mengecewakan pelanggan. Dan aktivitas promosi sebaiknya juga dilakukan dengan memberikan nama dari tempat usaha yang dijalankan. Hal tersebut menjadi faktor penting untuk identitas usaha. Nama usaha bisa diambil dari nama jalan atau daerah tempat berjualan, atau nama-nama yang mudah dan bisa menarik rasa penasaran dari para pelanggan.

Selama ini kebanyakan tempat usaha gado-gado menjual makanan tersebut dalam kisaran cukup murah, yaitu Rp. 4.000,00-Rp. 5.000,00 tergantung dari lokasi dimana berjualan. Di beberapa lokasi seperti di daerah sekitaran perkantoran, harga bisa sedikit dinaikkan. Sementara jika lokasi berada di lingkungan kampus, sebaiknya harga yang dipatok juga jangan terlalu tinggi. Dan setiap usaha pastilah ada resiko yang menyertainya, dan untuk usaha gado-gado ini resiko yang sering terjadi adalah daya tahan sayuran yang sudah direbus itu cukup singkat dan harus habis dikonsumsi dalam satu hari. Sehingga untuk menghindari kerugian, sebaiknya sayuran direbus secara bertahap.

Resep Membuat Gado-Gado:

Bahan:

  • 50 gram tauge, buang akarnya, seduh dengan air mendidih, tiriskan
  • 150 gram kangkung, potong, rebus, tiriskan
  • 150 gram bayam, petik daunnya, rebus, tiriskan
  • 200 gram pare, buang bijinya, rebus
  • 1 buah labu siam, rebus
  • 1 buah tahu, goreng
  • 1 potong tempe, goreng
  • 1-2 sdm bawang goreng
  • 3 butir telur, rebus, kupas
  • emping dan kerupuk

Bumbu Saus:

  • 200 gram kacang tanah, goreng
  • 2 buah cabai merah
  • 5 buah cabai rawit
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt terasi
  • 200 cc air matang

Cara Membuat:

  • Saus/ bumbu: Campur semua bahan kecuali air matang, dicampur dan diulek halus.  Setelah halus, baru masukkan air matang.  Aduk rata kemudian masak sampai mendidih sambil diaduk, angkat.
  • Campur Saus/ bumbu, sayuran, tahu dan tempe, aduk rata
  • Hidangkan dalam pinggan, tambahkan potongan telur, taburi bawang goreng dan remasan kerupuk atau emping di atasnya.
  • Catatan:  Bahan saus yang telah dihaluskan boleh dididihkan dengan 350 cc santan encer atau air.  Saus ini lebih tahan lama karena seluruh bumbunya matang

Analisa ekonominya usaha gado-gado:

Asumsi

  1. Masa pakai gerobak 3 tahun
  2. Masa pakai perlatan masak, meja, dan kursi 2 tahun
  3. Masa pakai perlatan makan, cobek, dan ulekan 1 tahun
    a.Biaya investasi
    Gerobak                                          Rp. 2.000.000
    Peralatan masak                                  Rp.   500.000
    Peralatan makan                                  Rp.   150.000
    Meja dan kursi                                   Rp.   350.000
    Cobek dan ulekan                                 Rp.   100.000
    Total investasi                                  Rp. 3.100.000
    b. Biaya operasional per bulan
    1. Biaya tetap
    Penyusutan gerobak 1/36 x Rp.2.000.000           Rp.    55.600
    Penyusutan peralatan masak 1/24 x Rp. 500.000    Rp.    20.800
    Penyusutan peralatn makan 1/12 x Rp. 150.000     Rp.    12.500
    Penyusutan meja dan kursi 1/24 x Rp. 350.000     Rp.    14.600
    Penyusutan cobek dan ulekan 1/12 x Rp.100.000    Rp.     8.300
    Upah karyawan 1 orang                            Rp.   750.000
    Total biaya tetap                                Rp.   861.800
    2. Biaya variabel
    Sayuran, tahu tempe (Rp.150.000/hari x 30 hari)  Rp. 4.500.000
    Kacang tanah (5 kg x Rp.12.000/kg x 30 hari)     Rp. 1.800.000
    Bumbu (cabai, terasi, dan guma merah)
    Rp. 20.000/hari x 30 hari)                       Rp.   600.000
    Cuka (Rp.8.000/minggu x 4 minggu)                Rp.    32.000
    Lontong (Rp.50.000 x 30 hari)                    Rp. 1.500.000
    Kertas dan plastic (Rp.10.000/hari x 30 hari)    Rp.   300.000
    Air mineral Rp. 20.000/minggu x 4 minggu)        Rp.    80.000
    Transportasi (Rp.5.000/hari x 30 hari)           Rp.   150.000
    Gas isi 3 kg (1 tabung x Rp.13.000/tbng x 30 hr) Rp.   390.000
    Total biaya variable                             Rp. 8.812.000
    Total biaya operasional                          Rp. 9.673.800
    c. Penerimaan per bulan

    Gado-gado Rp.5.000/porsi x 80 porsi x 30 hari    Rp. 12.000.000
    d. Keuntungan per bulan
    Keuntungan    = Total penerimaan-total biaya operasional
    = Rp. 12.000.000-Rp. 9.673.800
    = Rp. 2.326.200
    e. Revenue Cost Ratio (R/C)
    R/C = Total penerimaan:Total biaya operasional
    = Rp.12.000.000 : Rp.9.673.800
    = 1,24
    f. Pay Back Period
    Pay back period = (Total biaya investasi:keuntungan x 1 bulan)
    = (Rp. 3.100.000 : Rp. 2.326.200) x 1 bulan
    = 1,33 bulan
    Diolah dari berbagai sumber dan buku “40 peluang bisnis makanan dan minuman kaki lima modal 2-8 juta: Agromedia”

Sumber : http://bisnisukm.com

Peluang Usaha Dagang Rumahan

Usaha Dagang Rumahan 6Usaha ini memamg bisa dibilang gampang sekali dilakukan. Kita hanya perlu mengambil produk barang atau kulak ke pedagang besar, grosir misalnya kemudian menjualnya lagi ke konsumen.

Walaupun keuntungan yang didapat dari tiap jenis barang tidak begitu banyak, namun jika semakin banyak barang yang kita jual tentulah keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak pula.

Begitu pula yang dilakukan Tunik Riwayanti yang akrab dipanggil dengan mbak Tunik. Ibu dengan 4 orang anak ini memang dari kecil menyukai usaha dagang, pekerja keras dan terbilang sangat ubet, kta orang Jawa.

Usaha dagang apa saja pernah ia lakoni. Bahkan dari usia yang cukup remaja jika sang nenek dan ibunya mempunyai barang dagangan, ia selalu meminta ijin untuk coba dijualnya ke teman-temannya dan ke beberapa orang. Itulah yang ia tetap lakukan sampai sekarang.

Mekanisme Usaha

Usaha Dagang Rumahan 3Barang-barang yang ia ambil lalu dijualnya lagi sangat banyak jenisnya. Sprei, pakaian, koko muslim, sarung, daster batik, hingga sabun lulur merupakan barang dagangan adalannya. Barang ini ia ambilnya dari beberapa grosir, namun khusus untuk daster batik ia ambil langsung dari produsen yang kebetulan dikenalnya.

Untuk sekarang ini kebanyakan mbak Tunik mengambil barang sesuai dengan pesanan pelanggan. Namun jika ada barang yang dirasanya pasti laku terjual, ia berani untuk ambil dahulu.

Hal yang membuat mbak Tunik tetap eksis di usaha ini karena ia selalu menemukan barang dengan kualitas yang sama, namun harganya jauh dibawah harga toko. Bahkan jika ia mengambil keuntungan hingga 30.000 rupiah per jenisnya, harga pun masih tetap dibawah harga toko. Maka banyak dari para pelanggannya yang membeli barang darinya untuk dijual kembali.

Sebagai ibu rumah tangga, usaha ini sangat disukainya karena selain tidak terikat dengan waktu, ia juga masih tetap bisa mengurus anak-anaknya. Ia bisa menjual barang dagangannya sambil menjemput anaknya pulang dari  sekolah. Bahkan diantara pelanggannya, banyak pula yang langsung datang ke rumahnya untuk mengambil barang yang mereka inginkan.

Sistem yang dipakai dengan grosir dimana ia mengambil barang yang akan dijualnya lagi adalah denga bayar dimuka atau sistem kulak. Walaupun diakuinya agak merasa kesulitan dalam permodalan untuk mengkulak barang pesanan, mbak Tunik selalu konsisten dan pantang menyerah dalam menjalankan usaha ini.

Pemasaran

Kebanyakan pembeli produk-produk yang dijualnya adalah teman-temannya, tetangga dan ibu-ibu dari teman anaknya sekolah. Banyak juga kenalan lain yang ditemuinya secara tidak sengaja baik dari teman, sahabat dari ibu teman anaknya atau dari pameran-pameran yang sering ia kunjungi guna melihat barang-barang dengan kualitas bagus yang bisa dijualnya lagi.

Mungkin memang karena bakat dagangnya dari kecil sehingga banyak sekali orang-orang yang membeli apa saja yang dijualnya.

Dalam menjual barang dagangannya ia membuat sistem yang fleksibel dengan melihat kondisi orang yang membelinya. Cash, bagi orang yang ia anggap sanggup untuk langsung membayar lunas, namun bisa juga bayar tempo 2 kali. Inilah yang membuat pelanggannya senang dan tetap membeli darinya daripada repot pergi ke toko.

Kendala dalam menjual barang dagangannya yang yang palimg sering ia temui adalah jika pembeli ingin menukar barang yang ia ambil karena warna yang mungkin kurang dusukainya.

Hal ini membuat mbak Tunik harus balik lagi ke tempat/grosir dimana ia megambil barang tersebut. Lebih repotnya lagi jika tidak ada sistem retur. Memang barang yang tidak bisa ditukar tersebut bisa dijualnya ke orang lain, namun itu membutuhkan waktu sehingga menjadikan modal terhenti.

Simulasi Keuntungan

Pemasukan
Penjualan 1 bulan
Sprei = 25 x Rp 120.000,00 = Rp 3.000.000,00
Baju = 40 x Rp 70.000,00 = Rp 2.800.000,00
Sarung = 50 x Rp 40.000,00 = Rp 2.000.000,00
Koko = 25 x Rp 75.000,00 = Rp 1.875.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 9.000,00 = Rp 180.000,00
Total pemasukan = Rp 9.855.000,00

Pengeluaran
Kulak per item
Sprei = 25 x Rp 110.000,00 = Rp2.750.000,00
Baju = 40 x Rp 60.000,00 = Rp 2.400.000,00
Sarung = 50 x Rp 30.000,00 = Rp 1.500.000,00
Koko = 25 x Rp 60.000,00 = Rp 1.500.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 7.000,00 = Rp 140.000,00
Total kulak barang = Rp 8.290.000,00
Transportasi = Rp 150.000,00
Total pengeluaran = Rp 8.440.000,00

Keuntungan bersih
Rp 9.855.000,00 – Rp 8.440.000,00 = Rp 1.415.000,00

sumber : http://bisnisukm.com

Jualan ‘Ngumpet’, Untung Berlipat



Inilah rahasia sukses bisnis masa kini: bisnis online! Tak perlu lapak dan toko ‘gede’, tapi dapat untung banyak. Pak Mukhlishin, adalah salah satu pengusaha muslim yang mencoba ‘nyemplung’ di bisnis online tersebut. Dengan kepercayaan diri tinggi dan yakin sukses, Mukhlishin menargetkan dapat menembus omset Rp200 juta dari usaha yang baru dirintisnya selama enam bulan.

Bermula dari Raihan
Siapa yang tak kenal Raihan? Mahasiswa dan aktivis dakwah serta komunitas muslim mungkin tak asing lagi dengan gerai Raihan yang cabang utamanya terletak di Jalan Pemuda, Rawamangun, tepat di depan Kampus Universitas Negeri Jakarta. Raihan adalah sebuah toko yang menjual berbagai pernak-pernik busana muslim, dari kepala hingga ujung kaki, dari buku-buku Islami hingga kaset dan VCD bernuansa Islam. Dengan segmentasi pasar yang setia, Raihan dapat meraup omset hingga milyaran rupiah. Meski Raihan telah bernama, namun tak banyak yang mengenal siapa di balik kesuksesan Raihan, dialah Mukhlishin, bapak empat anak yang kini merintis menjadi pengusaha fashion muslim di dunia online.

Sejak awal tahun 2000-an, tepatnya setelah menikah, Mukhlishin mulai terjun ke industri fashion, khususnya busana muslim. Sebelumnya, dia pernah merasakan menjadi karyawan di toko buku I’tishom selama dua tahun. Pengalaman bekerja di I’tishom membuatnya menemukan peluang bisnis, yaitu busana muslim. Mulailah ia berjualan busana muslim dengan cara klasik: konsinyasi dan menitipkan barang dagangannya di beberapa tempat, dari Jakarta, Depok, Bogor, hingga Cikarang. Dua tahun berjalan, Mukhlishin dan istri mampu membeli ruko di Jalan Pemuda dan membuka Raihan. Waktu itu, strategi marketing yang sangat ampuh dilakukan oleh Mukhlishin yaitu dengan tagline: “Beli Jilbab Bisa Dapat Hape”. Karena telepon genggam saat itu masih menjadi barang langka, strategi ini pun langsung menaikkan omset Raihan hingga 40%. Kemudian, dua tahun berlalu, Mukhlishin sudah menyiapkan strategi baru yaitu dengan memberikan hadiah laptop, namun musibah menimpanya. Toko Raihan habis dilalap api pada tahun 2004, padahal ia baru saja membuka cabang Raihan di dekat stasiun Bogor. Bukan hanya barang dagangannya ludes, Mukhlishin pun harus menanggung utang kepada supplier. Ia memang menolak barang-barangnya ‘diputihkan’ oleh supplier karena tidak mau membebani supplier. Dari kejadian itu, ia bangkit dan dapat membuka cabang Raihan di Depok.

Selain membuka toko Raihan, Mukhlishin pun mencoba peruntungan dengan membuka warnet dan juga ikut MLM. Dari MLM Propolis Gold, Mukhlishin menjadi Distribution Centre dan merasakan jalan-jalan ke Singapura dan Thailand, namun selang beberapa tahun, MLM tersebut bubar. Di sisi lain, usaha warnetnya kandas karena dirasakan tidak maksimal dalam keuntungan. Ia lalu bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA), dan berkenalan dengan bisnis online.

Ambil Manfaat dari Kegagalan
Kegagalan demi kegagalan pernah dilalui Mukhlishin dan keluarga. Setelah tokonya terbakar, usaha MLM dan warnet juga kandas, tapi ia terus berusaha untuk bangkit. Dari musibah yang menimpa tokonya, ia berpikir untuk menjadikan utang-utangnya kepada supplier sebagai motivasi untuk terus berusaha dan menghasilkan keuntungan yang banyak. Dari usaha MLM, ia bersyukur karena dapat menghadiri berbagai seminar motivasi dan wira usaha yang membuatnya bertahan hingga sekarang. Sementara dari usaha warnet, ia dapat mengenal bisnis online. Tak ada yang sia-sia.

Pertengahan tahun 2008, Mukhlishin membuat situs gerairaihan.com. Namun, ia terhenyak ketika menyadari bahwa bisnis online tak semudah yang dibayangkannya. Dalam bisnis online, dibutuhkan pelayanan yang cepat dan juga stok barang yang lumayan besar. Ia sempat terseok-seok menjalankan bisnis tersebut hingga muncul ide dengan membuka TanahAbang.asia dan menyewa ruko di Tanah Abang pada pertengahan 2009. Strategi mendekat ke supplier ternyata lumayan ampuh, hingga enam bulan berjalan, omsetnya hampir mencapai Rp100 juta, bahkan dalam dua bulan ke depan, ia menargetkan dapat tembus Rp200 juta.

Mukhlishin yang berlatar pendidikan pesantren dan sempat berkuliah di LIPIA selama tiga tahun ini rupanya banyak belajar dari para pengusaha Cina. Ia mengakui, tidak ada salahnya belajar dari para pengusaha Cina yang sudah sukses di industri fashion, sambil mencari celah agar pengusaha muslim dapat pula berkompetisi dengan mereka. Meski omset pakaian muslim turun naik sesuai musim, ia percaya usaha yang dirintisnya dapat sukses. Oleh karena itu, ia menyempatkan diri untuk fokus di SEO (search engine optimization) agar lebih banyak orang lagi yang mengenal TanahAbang.asia miliknya. Dengan bisnis online ini, Mukhlishin tidak perlu menyewa kios yang mahal di Tanah Abang. Ia mengistilahkan kios yang ditempatinya di Blok S Tanah Abang sebagai ‘tempat jin buang anak’ karena terlihat sepi dan tidak banyak kios yang dibuka. Bagi Mukhlishin, kondisi tersebut tidak masalah karena kiosnya digunakan sebagai gudang sementara bisnisnya tetap berjalan lewat online. Yang terpenting baginya adalah pelayanan yang cepat dan stok barang yang memadai. Dengan tiga karyawannya, Mukhlishin terus berusaha memenuhi permintaan pelanggan. Hingga saat ini, TanahAbang.asia menyediakan 700 item barang dari jilbab hingga kaos kaki dan setiap harinya terdapat 8-12 produk baru. Ke depannya, ia tetap berkeinginan untuk mempunyai ruko yang dapat menampung stok barang dagangannya.

Rahasia Sukses
Ketika ditanya rahasia sukses, Mukhlishin hanya tersenyum dan merasa belum mencapai kesuksesan. Namun demikian, dalam usahanya selama ini, ia terus mengamalkan hadits Rasulullah saw yaitu dengan banyak bersedekah dan memohon doa orang tua. Seperti yang dilakukannya saat ini, ia menargetkan untuk membebaskan tanah wakaf yang dicicilnya dengan harga Rp6 jutaan per bulan. Dari situ, ia termotivasi untuk terus meningkatkan omset dan menggenjot usahanya.

Mau tahu bagaimana cara merintis usaha online a la Mukhlishin? Beginilah caranya.
Misalnya, A punya teman 4 orang, ingin membuka bisnis online busana muslim. Busana muslim juga banyak variannya, ada jilbab, rok, baju hamil, mukena, dan sebagainya. Tiap orang siapkan modal Rp20 juta dan tentukan fokus usahanya, misalnya jualan baju hamil. Kemudian, sewa kios di Tanah Abang agar dekat dengan supplier. Karena bersama-sama, jadi modal untuk stok barang dapat diminimalisasi. Dengan modal per orang Rp20 jutaan, sudah dapat menyediakan stok di atas Rp50 juta. Untuk sewa kios, tiap orang urunan Rp2 juta (dengan asumsi harga kios di tempat sepi Rp10 juta/tahun). Lalu, tiap orang membuat website sendiri-sendiri dengan perkiraan masing-masing sudah memiliki laptop.
Bagaimana menyiasati stok barang? A misalnya cuma stok rok, B cuma stok jilbab. Untuk membedakan bahwa setiap rok itu punya A, setiap jilbab itu punya B, setiap produk itu tadi bisa diupload di setiap website. Kalau produknya laku di website yang lain, keuntungan tinggal dibagi dua.
Setelah berjalan sekitar setahun, tiap-tiap orang akan dapat berjalan sendiri-sendiri karena sudah mempunyai brand masing-masing. Pangsa pasar pun tidak hanya dalam negeri, tapi bisa merambah ke luar negeri, omset Rp1 milyar pun bukan sekadar impian. Hmm, bagaimana? Tertarik untuk mencoba terjun ke bisnis online?? (Ind)

Sumber : http://www.eramuslim.com

Jualan 'Ngumpet', Untung Berlipat



Inilah rahasia sukses bisnis masa kini: bisnis online! Tak perlu lapak dan toko ‘gede’, tapi dapat untung banyak. Pak Mukhlishin, adalah salah satu pengusaha muslim yang mencoba ‘nyemplung’ di bisnis online tersebut. Dengan kepercayaan diri tinggi dan yakin sukses, Mukhlishin menargetkan dapat menembus omset Rp200 juta dari usaha yang baru dirintisnya selama enam bulan.

Bermula dari Raihan
Siapa yang tak kenal Raihan? Mahasiswa dan aktivis dakwah serta komunitas muslim mungkin tak asing lagi dengan gerai Raihan yang cabang utamanya terletak di Jalan Pemuda, Rawamangun, tepat di depan Kampus Universitas Negeri Jakarta. Raihan adalah sebuah toko yang menjual berbagai pernak-pernik busana muslim, dari kepala hingga ujung kaki, dari buku-buku Islami hingga kaset dan VCD bernuansa Islam. Dengan segmentasi pasar yang setia, Raihan dapat meraup omset hingga milyaran rupiah. Meski Raihan telah bernama, namun tak banyak yang mengenal siapa di balik kesuksesan Raihan, dialah Mukhlishin, bapak empat anak yang kini merintis menjadi pengusaha fashion muslim di dunia online.

Sejak awal tahun 2000-an, tepatnya setelah menikah, Mukhlishin mulai terjun ke industri fashion, khususnya busana muslim. Sebelumnya, dia pernah merasakan menjadi karyawan di toko buku I’tishom selama dua tahun. Pengalaman bekerja di I’tishom membuatnya menemukan peluang bisnis, yaitu busana muslim. Mulailah ia berjualan busana muslim dengan cara klasik: konsinyasi dan menitipkan barang dagangannya di beberapa tempat, dari Jakarta, Depok, Bogor, hingga Cikarang. Dua tahun berjalan, Mukhlishin dan istri mampu membeli ruko di Jalan Pemuda dan membuka Raihan. Waktu itu, strategi marketing yang sangat ampuh dilakukan oleh Mukhlishin yaitu dengan tagline: “Beli Jilbab Bisa Dapat Hape”. Karena telepon genggam saat itu masih menjadi barang langka, strategi ini pun langsung menaikkan omset Raihan hingga 40%. Kemudian, dua tahun berlalu, Mukhlishin sudah menyiapkan strategi baru yaitu dengan memberikan hadiah laptop, namun musibah menimpanya. Toko Raihan habis dilalap api pada tahun 2004, padahal ia baru saja membuka cabang Raihan di dekat stasiun Bogor. Bukan hanya barang dagangannya ludes, Mukhlishin pun harus menanggung utang kepada supplier. Ia memang menolak barang-barangnya ‘diputihkan’ oleh supplier karena tidak mau membebani supplier. Dari kejadian itu, ia bangkit dan dapat membuka cabang Raihan di Depok.

Selain membuka toko Raihan, Mukhlishin pun mencoba peruntungan dengan membuka warnet dan juga ikut MLM. Dari MLM Propolis Gold, Mukhlishin menjadi Distribution Centre dan merasakan jalan-jalan ke Singapura dan Thailand, namun selang beberapa tahun, MLM tersebut bubar. Di sisi lain, usaha warnetnya kandas karena dirasakan tidak maksimal dalam keuntungan. Ia lalu bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA), dan berkenalan dengan bisnis online.

Ambil Manfaat dari Kegagalan
Kegagalan demi kegagalan pernah dilalui Mukhlishin dan keluarga. Setelah tokonya terbakar, usaha MLM dan warnet juga kandas, tapi ia terus berusaha untuk bangkit. Dari musibah yang menimpa tokonya, ia berpikir untuk menjadikan utang-utangnya kepada supplier sebagai motivasi untuk terus berusaha dan menghasilkan keuntungan yang banyak. Dari usaha MLM, ia bersyukur karena dapat menghadiri berbagai seminar motivasi dan wira usaha yang membuatnya bertahan hingga sekarang. Sementara dari usaha warnet, ia dapat mengenal bisnis online. Tak ada yang sia-sia.

Pertengahan tahun 2008, Mukhlishin membuat situs gerairaihan.com. Namun, ia terhenyak ketika menyadari bahwa bisnis online tak semudah yang dibayangkannya. Dalam bisnis online, dibutuhkan pelayanan yang cepat dan juga stok barang yang lumayan besar. Ia sempat terseok-seok menjalankan bisnis tersebut hingga muncul ide dengan membuka TanahAbang.asia dan menyewa ruko di Tanah Abang pada pertengahan 2009. Strategi mendekat ke supplier ternyata lumayan ampuh, hingga enam bulan berjalan, omsetnya hampir mencapai Rp100 juta, bahkan dalam dua bulan ke depan, ia menargetkan dapat tembus Rp200 juta.

Mukhlishin yang berlatar pendidikan pesantren dan sempat berkuliah di LIPIA selama tiga tahun ini rupanya banyak belajar dari para pengusaha Cina. Ia mengakui, tidak ada salahnya belajar dari para pengusaha Cina yang sudah sukses di industri fashion, sambil mencari celah agar pengusaha muslim dapat pula berkompetisi dengan mereka. Meski omset pakaian muslim turun naik sesuai musim, ia percaya usaha yang dirintisnya dapat sukses. Oleh karena itu, ia menyempatkan diri untuk fokus di SEO (search engine optimization) agar lebih banyak orang lagi yang mengenal TanahAbang.asia miliknya. Dengan bisnis online ini, Mukhlishin tidak perlu menyewa kios yang mahal di Tanah Abang. Ia mengistilahkan kios yang ditempatinya di Blok S Tanah Abang sebagai ‘tempat jin buang anak’ karena terlihat sepi dan tidak banyak kios yang dibuka. Bagi Mukhlishin, kondisi tersebut tidak masalah karena kiosnya digunakan sebagai gudang sementara bisnisnya tetap berjalan lewat online. Yang terpenting baginya adalah pelayanan yang cepat dan stok barang yang memadai. Dengan tiga karyawannya, Mukhlishin terus berusaha memenuhi permintaan pelanggan. Hingga saat ini, TanahAbang.asia menyediakan 700 item barang dari jilbab hingga kaos kaki dan setiap harinya terdapat 8-12 produk baru. Ke depannya, ia tetap berkeinginan untuk mempunyai ruko yang dapat menampung stok barang dagangannya.

Rahasia Sukses
Ketika ditanya rahasia sukses, Mukhlishin hanya tersenyum dan merasa belum mencapai kesuksesan. Namun demikian, dalam usahanya selama ini, ia terus mengamalkan hadits Rasulullah saw yaitu dengan banyak bersedekah dan memohon doa orang tua. Seperti yang dilakukannya saat ini, ia menargetkan untuk membebaskan tanah wakaf yang dicicilnya dengan harga Rp6 jutaan per bulan. Dari situ, ia termotivasi untuk terus meningkatkan omset dan menggenjot usahanya.

Mau tahu bagaimana cara merintis usaha online a la Mukhlishin? Beginilah caranya.
Misalnya, A punya teman 4 orang, ingin membuka bisnis online busana muslim. Busana muslim juga banyak variannya, ada jilbab, rok, baju hamil, mukena, dan sebagainya. Tiap orang siapkan modal Rp20 juta dan tentukan fokus usahanya, misalnya jualan baju hamil. Kemudian, sewa kios di Tanah Abang agar dekat dengan supplier. Karena bersama-sama, jadi modal untuk stok barang dapat diminimalisasi. Dengan modal per orang Rp20 jutaan, sudah dapat menyediakan stok di atas Rp50 juta. Untuk sewa kios, tiap orang urunan Rp2 juta (dengan asumsi harga kios di tempat sepi Rp10 juta/tahun). Lalu, tiap orang membuat website sendiri-sendiri dengan perkiraan masing-masing sudah memiliki laptop.
Bagaimana menyiasati stok barang? A misalnya cuma stok rok, B cuma stok jilbab. Untuk membedakan bahwa setiap rok itu punya A, setiap jilbab itu punya B, setiap produk itu tadi bisa diupload di setiap website. Kalau produknya laku di website yang lain, keuntungan tinggal dibagi dua.
Setelah berjalan sekitar setahun, tiap-tiap orang akan dapat berjalan sendiri-sendiri karena sudah mempunyai brand masing-masing. Pangsa pasar pun tidak hanya dalam negeri, tapi bisa merambah ke luar negeri, omset Rp1 milyar pun bukan sekadar impian. Hmm, bagaimana? Tertarik untuk mencoba terjun ke bisnis online?? (Ind)

Sumber : http://www.eramuslim.com