Solusi Pembiayaan Yang Indah : Al-Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik (IMBT) Berbasis Dinar

Written by Muhaimin Iqbal
Thursday, 11 February 2010 08:35
Sewa Untuk Miliki

Dalam kapasitas sebagai anggota Dewan Syariah Nasional (DSN), saya sering ikut me-review fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut – baik ketika sebuah fatwa dipersiapkan maupun penerapan di lapangan dari fatwa-fatwa yang sudah ada sebelumnya.

Ada salah satu fatwa yang dikeluarkan oleh DSN tahun 2002 lalu yang sesungguhnya sangat menarik dan indah bila diterapkan di dunia pembiayaan. Fatwa ini adalah tentang Al-Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik (IMBT) yang terjemahan bebas-nya kurang lebih Sewa Untuk Memiliki (SUM) atau dalam bahasa Inggrisnya Rent To Own (RTO).

Bayangkan bila untuk keperluan kerja produktif Anda membutuhkan sekali mobil misalnya; untuk membeli tunai Anda belum memiliki dana yang cukup. Bahkan untuk membeli secara angsuran-pun tabungan Anda belum mencukupi untuk membayar uang muka. Tetapi Anda juga tidak mau untuk menyewa ; karena menyewa ini seperti uang hilang bagi Anda – berapa lama-pun Anda menyewa – Anda tidak bisa memiliki kendaraan yang Anda sewa tersebut.

Lantas apa solusinya ?, IMBT-lah salah satu jawabannya untuk ini. Anda menyewa secara bulanan seperti menyewa kendaraan pada umumnya, tetapi pada akhir periode sewa yang disepakati – pihak yang menyewakan (Misalnya Koperasi BMT Daarul Muttaqiin) memindahkan kepemilikan kendaraan tersebut kepada Anda.

Pemindahan kepemilikan ini bisa dengan jual beli (pada nilai buku kendaraan yang sudah sangat rendah pada akhir masa kontrak) atau bahkan dengan hibah saja. Saya sendiri cenderung option yang kedua yaitu hibah – karena melalui hibah inilah solusi pembiayaan secara Islami ini nampak keindahan dan keunggulannya dibandingkan solusi ribawi yang biasanya diwarnai dengan ancaman bunga,  denda atau penalty dan perbagai istilah lain yang tidak bersahabat.

Bila keuntungan bagi penyewanya sudah jelas yaitu tidak perlu uang muka; dia bisa menyewa tetapi akhirnya memiliki kendaraan yang disewa selepas periode tertentu (jadi uang sewa tidak menjadi uang hilang), lantas apakah pihak yang menyewakan tidak dirugikan untuk ini ?. Tidak juga; yang menyewakan tetap harus dapat memperoleh keuntungan yang wajar – agar muamalah bisa terjadi.

Berikut contoh ilustrasinya, saya gunakan nilai Dinar karena muamalah jangka panjang – diatas satu tahun – kalau digunakan uang kertas menjadi kurang adil karena menurunnya nilai/daya beli.

Asumsinya Anda membutuhkan Mobil Kijang baru untuk mobilitas pekerjaan Anda; harga Kijang baru Type G manual sekarang Rp 228,300,000 on the road atau setara 163 Dinar. Bila Anda sewa dalam bentuk kontrak sewa biasa mobil tersebut dalam kondisi baru perbulannya sekarang sekitar Rp 7.5 juta- Rp 8 juta tergantung kelengkapan. Bila Anda beli secara angsuran, Uang Muka – nya Rp 45,660,000 (belum termasuk asuransi dan administrasi) dan angsuran bulanan untuk tiga tahun adalah Rp 6,252,900/bulan.

Nah sekarang bagaimana kalau kita pakai konsep IMBT, Pihak yang menyewakan akan membeli mobil tersebut penuh dengan uangnya sendiri senilai 163 Dinar. Kemudian menyewakan ke Anda per bulannya sebesar 5.71 Dinar/bulan misalnya atau dengan harga Dinar saat ini kurang lebih setara Rp 8 juta; Anda bisa lihat besaran sewa ini masih dikisaran biaya sewa yang wajar untuk mobil tersebut – ini prasyarat agar IMBT yang tentu saja syar’i ini tetap menarik bagi penyewa.

Dengan pola biaya sewa bulanan 5.71 Dinar; pihak yang menyewakan sudah akan balik modal pada bulan yang ke 29. Keuntungan dalam bentuk Dinar insyallah akan diperolehnya mulai bulan ke 30 sampai akhir masa sewa bulan ke 36. Keuntungan sekitar 42.35 Dinar atau sekitar 26 % dalam 3 tahun ini cukup bagi pihak yang menyewakan, sehingga bersamaan dengan itu Pihak yang menyewakan dapat menghibahkan kendaraannya kepada si Penyewa.

Karena akumulasi penerimaan uang sewa sampai akhir periode tetap dalam bentuk Dinar yaitu sebesar 205.42 Dinar, maka akumulasi uang sewa inipun akan cukup untuk membeli mobil baru sejenis saat itu – dan menyisakan keuntungan tersebut diatas.

Mengapa hal ini tidak mudah diterapkan dengan uang kertas Rupiah misalnya ?, karena dengan tingkat keuntungan 26% dalam 3 tahun  – yang menyewakan akan rugi oleh penurunan daya beli – sehingga boro-boro menghibahkan, menjual murah seharga nilai buku-pun dia belum tentu mau. Pada akhir periode dana yang terkumpul tidak cukup untuk membeli mobil baru – baru cukup dan ada untungnya bila mobil bekas tetap menjadi milik yang menyewakan.

Yang perlu diketahui oleh Peyewa adalah karena dia akan membayar sewa menggunakan Dinar; dia perlu mengantisipasi dan menyesuaikan kemampuannya untuk membayar dalam Dinar ini – karena kemungkinan besarnya harga Dinar terus naik selama periode sewa.

Seperti juga produk sebelumnya Pinjaman Tanpa Beban yang diperkenalkan 10 bulan lalu; Produk IMBT saat ini baru tersedia secara sangat terbatas  untuk klien GeraiDinar atau Anggota Koperasi BMT Daarul Muttaqiin,  inipun dengan syarat yang ketat. Namun kami membuka diri bagi rekan-rekan perbankan/lembaga pembiayaan maupun para Koperasi/BMT, bila ingin kerjasama dengan kami untuk pengembangan produk IMBT berbasis Dinar ini – agar layanan ini bisa available untuk masyarakat yang lebih luas. Semoga Allah senantiasa menunjuki kita jalan yang benar. Amin.

Sumber : http://www.geraidinar.com

Iklan

Emas Cukup Untuk Seluruh Umat Manusia, Tetapi…

Emas Cukup Untuk Seluruh Umat Manusia, Tetapi… PDF Print E-mail
Written by Muhaimin Iqbal
Monday, 01 December 2008 07:32
Gold Use

Diciptakannya emas dan perak oleh Allah menurut Imam Ghazali adalah agar emas dan perak ini digunakan sebagai hakim atau timbangan yang adil untuk menilai barang-barang dalam bermuamalah. Hal ini sejalan dengan banyaknya ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan kita untuk menegakkan timbangan atau neraca yang berarti juga menegakkan keadilan.

Kalau kita diperintahkan untuk menegakkan timbangan atau bermuamalah secara adil, dan untuk ini dibutuhkan emas atau perak – maka pastilah Allah menyediakannya secara cukup di muka bumi.

Berdasarkan data dari World Gold Council (WGC), sampai akhir tahun lalu tersedia sekitar 170,000 ton emas di seluruh permukaan bumi (cadangan di dalam bumi belum dihitung). Lebih dari separuhnya untuk perhiasan (51%), sedangkan yang dipakai sebagai cadangan di bank-bank sentral seluruh dunia hanya 18 % hampir sama dengan jumlah emas untuk investasi yang sampai 17%.

stock emas

Data lain dari Gold Sheet Link menunjukkan bahwa selama sekitar 170 tahun terakhir trend ketersediaan emas di permukaan bumi meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk bumi. Bahkan ketersediaan emas per kapita dunia cenderung naik dari 0.50 ounces/ kapita pertengahan abad 19 ; menjadi sekitar 0.75 ounces/kapita dasawarsa ini.

Data-data tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa emas sangatlah cukup untuk digunakan sebagai alat bermuamalah atau uang yang adil bagi seluruh penduduk bumi kapanpun dan dimanapun. Hanya keserakahan manusia yang membuatnya seolah emas tidak pernah cukup.

Emas hanya akan cukup digunakan sebagai uang yang adil apabila kondisi masyarakatnya mematuhi aturan penggunaan emas ini secara menyeluruh. Dimana aturan ini adanya ?. Hanya syariat Islam-lah yang memiliki aturan sangat rinci mengenai penggunaan emas ini; coba perhatikan contoh-contoh berikut :

1. Kaum lelaki dalam Islam dilarang menggunakan perhiasan emas; dari grafik diatas menujukkan bahwa emas yang digunakan sebagai perhiasan saat ini sudah 51 % dari seluruh emas yang ada. Pelarangan laki-laki menggunakan emas sebagi perhiasan akan berdampak berkurangnya proporsi emas perhiasan, dan menyisakan lebih banyak emas untuk uang.

2. Pelarangan emas digunakan untuk tempat makan minum, juga akan membuat emas lebih banyak tersedia sebagai uang.

3. Larangan disertai ancaman yang sangat berat adalah menimbun emas dan perak. Karena kalau emas ditimbun, maka berapapun adanya di permukaan bumi tidak akan pernah cukup.

4. Larangan terberat adalah Riba – sampai sampai Allah dan Rasulnya mendeklarasikan perang terhadap pelakunya. Iming-iming riba akan menghilangkan emas yang digunakan sebagai alat muamalah yang adil yang dibutuhkan masyarakat.

5.  Perintah agar harta selalu berputar (Al Hasyr :7) adalah kuncinya; kalau emas ini bisa benar-benar berputar (karena tidak ditimbun dan tidak juga di-riba-kan) -maka jumlah tidaklah menjadi masyalah. Sedikit yang berputar akan cukup, sebaliknya sebanyak apapun yang ditimbun atau di-riba-kan tidak akan pernah cukup.

Inilah mengapa rezim emas paska Kekhalifahan seperti Bretton Woods gagal dan akan selalu gagal karena hanya menggunakan emas sebagai standar tidak akan pernah cukup memenuhi keserakahan manusia.

Emas hanya cukup apabila syariat yang mengaturnya ditegakkan; dan hanya Islam yang memiliki syariat ini. Jadi sesungguhnya hanya Islam yang memiliki solusi komprehensif untuk mengatasi gunjang-ganjingnya keuangan dunia saat ini.

Ini pekerjaan besar sekali dan bisa jadi akan memakan waktu yang panjang – diluar batas usia kita; namun pekerjaan ini harus dimulai. Mulai dari diri kita, dengan apa yang kita bisa. Wallahu A’lam.

Sumber : http://www.geraidinar.com

Penjualan Logam Mulia

lm02

Kami melayani pembelian Logam Mulia yang di produksi oleh PT.Aneka Tambang Tbk yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah go public (sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia)

Saat ini kami baru melayani pembelian logam mulia dengan berat : 5 gram, 10 gram, 25 gram

Referensi harga emas silahkan di akses http://www.logammulia.com

dan harga jual kami adalah ditambah 2,5 % dari referensi harga tersebut.

Jika anda tertarik silahkan call : 081346332795 ( Arianto )

dan jika anda tertarik untuk mengetahui & bagaimana investasi emas silahkan kunjungi http://kebunemas.com

Pindah Alamat

Bagi pengunjung blog ini, update informasi UKM silahkan ke website : www.arizaduta.com

Reparasi Komputer dan Laptop

Sekarang ini kebanyakan orang memiliki computer atau laptop. Sebagian dari pemilik itu adalah pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantor. Peluang ini bisa Anda wujudkan sebagai peluang bisnis. Yang Anda butuhkan dalam usaha ini adalah keahlian dan kemampuan.

Konsumen utama Anda adalah para pemilik dan pengguna komputer. Untuk memulai usaha ini Anda cukup menyediakan tempat yang strategis dan ruangan yang cukup. Kemudian tempatkan rak, lemari display kaca yang cukup besar dan tinggi, meja dan kursi, serta peralatan pendukung reparasi lainnya. Selanjutnya Anda menyiapkan minimal satu computer dengan spesifikasi tinggi yang digunakan untuk mencoba CPU atau computer yang sudah jadi.

Untuk menambah display, Anda bisa menyediakan berbagai macam keperluan computer seperti keyboard, mouse, speaker, monitor dan lain-lain. Tarif service adalah bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitannya.

Keberhasilan usaha ini terletak pada kualitas dan harga. Jika usaha Anda sudah berkembang, ada baiknya Anda juga menjual berbagai kebutuhan computer dan laptop beserta aksesorisnya.

Analisa Ekonomi

Modal Awal

Sewa tempat                                                   Rp. 10.000.000

Peralatan dan stok barang                               Rp. 10.000.000

Total                                                               Rp. 20.000.000

Biaya Operasional

Gaji 2 pegawai                                                Rp.  1.600.000

Listrik dan telepon                                          Rp.    300.000

Stok barang                                                     Rp.  8.100.000

Total                                                               Rp. 10.000.000

Omzet per bulan                                            Rp. 15.000.000

Laba perbulan                                               Rp.  5.000.000

Masa kembali modal                                     4 bulan

Sumber: Buku 121 Peluang Bisnis Terpopuler

Sumber : http://bisnisukm.com

Gado-Gado Tetap Kuliner Populer

Gado-Gado Tetap Kuliner Populer

Gado-gado merupakan salah satu makanan asli dari Indonesia yang terbuat dari campuran sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu. Kemudian ditambah dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan dengan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan bawang goreng dan sedikit emping goreng serta kerupuk. Gado-gado juga dapat dimakan bersama dengan lontong atau nasi. Seperti itulah gado-gado, makanan yang sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia. Di semua sudut wilayah dan daerah kita bisa dengan mudah menemukan warung atau penjual gado-gado baik yang berkelas kaki lima maupun kelas restoran mewah.

Dalam mengembangkan usaha gado-gado, yang menjadi perhatian utama adalah pemilihan dan penggunaan sayuran yang segar dan dengan kondisi yang baik. Harus dihindari menggunakan sayuran yang layu, rusak, atau busuk. Setelah itu, sebelum sayuran tersebut direbus harus dicuci terlebih dahulu. Hal lain yang menjadi perhatian juga adalah penggunaan kacang tanah. Kacang tanah yang digunakan untuk membuat bumbu harus segar dan tidak apek. Dan sebaiknya kacang tersebut digoreng pada hari yang sama sehingga masih renyah dan mudah diolah.

Tempat yang strategis juga berpengaruh terhadap ramai atau tidaknya usaha gado-gado yang nantinya akan dijalankan. Selama ini, para penjual gado-gado banyak ditemui di tempat-tempat seperti perumahan, perkantoran, pasar, dan juga kampus. Tempat-tempat seperti itulah dengan mobilitas orang yang tinggi sangat memungkinkan dengan cepat usaha gado-gado akan cepat dikenal.

Perlengkapan yang digunakan untuk membuka usaha gado-gado juga tergolong sederhana. Diantaranya gerobak atau menggunakan meja yang sudah dilengkapi dengan etalase. Serta menggunakan perlatan tempur memasak seperti cobek batu untuk menghaluskan bumbu, aneka wadah sayuran, peralatan memasak (kompor, tabung gas, dan panci), kemudian juga menggunakan peralatan memasak seperti piring, gelas, sendok, dan garpu.

Untuk langkah awal yang harus dilakuakan untuk mengenalkan usaha gado-gado ini ke masyarakat adalah perlunya promosi. Walaupun sebenarnya, kebanyakan usaha-usaha kuliner promosinya melalui mulut ke mulut dari para pelanggan yang pernah mencicipi masakan tersebut. Berarti kualitas rasa yang lezat memang harus menjadi garda depan agar tidak mengecewakan pelanggan. Dan aktivitas promosi sebaiknya juga dilakukan dengan memberikan nama dari tempat usaha yang dijalankan. Hal tersebut menjadi faktor penting untuk identitas usaha. Nama usaha bisa diambil dari nama jalan atau daerah tempat berjualan, atau nama-nama yang mudah dan bisa menarik rasa penasaran dari para pelanggan.

Selama ini kebanyakan tempat usaha gado-gado menjual makanan tersebut dalam kisaran cukup murah, yaitu Rp. 4.000,00-Rp. 5.000,00 tergantung dari lokasi dimana berjualan. Di beberapa lokasi seperti di daerah sekitaran perkantoran, harga bisa sedikit dinaikkan. Sementara jika lokasi berada di lingkungan kampus, sebaiknya harga yang dipatok juga jangan terlalu tinggi. Dan setiap usaha pastilah ada resiko yang menyertainya, dan untuk usaha gado-gado ini resiko yang sering terjadi adalah daya tahan sayuran yang sudah direbus itu cukup singkat dan harus habis dikonsumsi dalam satu hari. Sehingga untuk menghindari kerugian, sebaiknya sayuran direbus secara bertahap.

Resep Membuat Gado-Gado:

Bahan:

  • 50 gram tauge, buang akarnya, seduh dengan air mendidih, tiriskan
  • 150 gram kangkung, potong, rebus, tiriskan
  • 150 gram bayam, petik daunnya, rebus, tiriskan
  • 200 gram pare, buang bijinya, rebus
  • 1 buah labu siam, rebus
  • 1 buah tahu, goreng
  • 1 potong tempe, goreng
  • 1-2 sdm bawang goreng
  • 3 butir telur, rebus, kupas
  • emping dan kerupuk

Bumbu Saus:

  • 200 gram kacang tanah, goreng
  • 2 buah cabai merah
  • 5 buah cabai rawit
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt terasi
  • 200 cc air matang

Cara Membuat:

  • Saus/ bumbu: Campur semua bahan kecuali air matang, dicampur dan diulek halus.  Setelah halus, baru masukkan air matang.  Aduk rata kemudian masak sampai mendidih sambil diaduk, angkat.
  • Campur Saus/ bumbu, sayuran, tahu dan tempe, aduk rata
  • Hidangkan dalam pinggan, tambahkan potongan telur, taburi bawang goreng dan remasan kerupuk atau emping di atasnya.
  • Catatan:  Bahan saus yang telah dihaluskan boleh dididihkan dengan 350 cc santan encer atau air.  Saus ini lebih tahan lama karena seluruh bumbunya matang

Analisa ekonominya usaha gado-gado:

Asumsi

  1. Masa pakai gerobak 3 tahun
  2. Masa pakai perlatan masak, meja, dan kursi 2 tahun
  3. Masa pakai perlatan makan, cobek, dan ulekan 1 tahun
    a.Biaya investasi
    Gerobak                                          Rp. 2.000.000
    Peralatan masak                                  Rp.   500.000
    Peralatan makan                                  Rp.   150.000
    Meja dan kursi                                   Rp.   350.000
    Cobek dan ulekan                                 Rp.   100.000
    Total investasi                                  Rp. 3.100.000
    b. Biaya operasional per bulan
    1. Biaya tetap
    Penyusutan gerobak 1/36 x Rp.2.000.000           Rp.    55.600
    Penyusutan peralatan masak 1/24 x Rp. 500.000    Rp.    20.800
    Penyusutan peralatn makan 1/12 x Rp. 150.000     Rp.    12.500
    Penyusutan meja dan kursi 1/24 x Rp. 350.000     Rp.    14.600
    Penyusutan cobek dan ulekan 1/12 x Rp.100.000    Rp.     8.300
    Upah karyawan 1 orang                            Rp.   750.000
    Total biaya tetap                                Rp.   861.800
    2. Biaya variabel
    Sayuran, tahu tempe (Rp.150.000/hari x 30 hari)  Rp. 4.500.000
    Kacang tanah (5 kg x Rp.12.000/kg x 30 hari)     Rp. 1.800.000
    Bumbu (cabai, terasi, dan guma merah)
    Rp. 20.000/hari x 30 hari)                       Rp.   600.000
    Cuka (Rp.8.000/minggu x 4 minggu)                Rp.    32.000
    Lontong (Rp.50.000 x 30 hari)                    Rp. 1.500.000
    Kertas dan plastic (Rp.10.000/hari x 30 hari)    Rp.   300.000
    Air mineral Rp. 20.000/minggu x 4 minggu)        Rp.    80.000
    Transportasi (Rp.5.000/hari x 30 hari)           Rp.   150.000
    Gas isi 3 kg (1 tabung x Rp.13.000/tbng x 30 hr) Rp.   390.000
    Total biaya variable                             Rp. 8.812.000
    Total biaya operasional                          Rp. 9.673.800
    c. Penerimaan per bulan

    Gado-gado Rp.5.000/porsi x 80 porsi x 30 hari    Rp. 12.000.000
    d. Keuntungan per bulan
    Keuntungan    = Total penerimaan-total biaya operasional
    = Rp. 12.000.000-Rp. 9.673.800
    = Rp. 2.326.200
    e. Revenue Cost Ratio (R/C)
    R/C = Total penerimaan:Total biaya operasional
    = Rp.12.000.000 : Rp.9.673.800
    = 1,24
    f. Pay Back Period
    Pay back period = (Total biaya investasi:keuntungan x 1 bulan)
    = (Rp. 3.100.000 : Rp. 2.326.200) x 1 bulan
    = 1,33 bulan
    Diolah dari berbagai sumber dan buku “40 peluang bisnis makanan dan minuman kaki lima modal 2-8 juta: Agromedia”

Sumber : http://bisnisukm.com

Peluang Usaha Dagang Rumahan

Usaha Dagang Rumahan 6Usaha ini memamg bisa dibilang gampang sekali dilakukan. Kita hanya perlu mengambil produk barang atau kulak ke pedagang besar, grosir misalnya kemudian menjualnya lagi ke konsumen.

Walaupun keuntungan yang didapat dari tiap jenis barang tidak begitu banyak, namun jika semakin banyak barang yang kita jual tentulah keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak pula.

Begitu pula yang dilakukan Tunik Riwayanti yang akrab dipanggil dengan mbak Tunik. Ibu dengan 4 orang anak ini memang dari kecil menyukai usaha dagang, pekerja keras dan terbilang sangat ubet, kta orang Jawa.

Usaha dagang apa saja pernah ia lakoni. Bahkan dari usia yang cukup remaja jika sang nenek dan ibunya mempunyai barang dagangan, ia selalu meminta ijin untuk coba dijualnya ke teman-temannya dan ke beberapa orang. Itulah yang ia tetap lakukan sampai sekarang.

Mekanisme Usaha

Usaha Dagang Rumahan 3Barang-barang yang ia ambil lalu dijualnya lagi sangat banyak jenisnya. Sprei, pakaian, koko muslim, sarung, daster batik, hingga sabun lulur merupakan barang dagangan adalannya. Barang ini ia ambilnya dari beberapa grosir, namun khusus untuk daster batik ia ambil langsung dari produsen yang kebetulan dikenalnya.

Untuk sekarang ini kebanyakan mbak Tunik mengambil barang sesuai dengan pesanan pelanggan. Namun jika ada barang yang dirasanya pasti laku terjual, ia berani untuk ambil dahulu.

Hal yang membuat mbak Tunik tetap eksis di usaha ini karena ia selalu menemukan barang dengan kualitas yang sama, namun harganya jauh dibawah harga toko. Bahkan jika ia mengambil keuntungan hingga 30.000 rupiah per jenisnya, harga pun masih tetap dibawah harga toko. Maka banyak dari para pelanggannya yang membeli barang darinya untuk dijual kembali.

Sebagai ibu rumah tangga, usaha ini sangat disukainya karena selain tidak terikat dengan waktu, ia juga masih tetap bisa mengurus anak-anaknya. Ia bisa menjual barang dagangannya sambil menjemput anaknya pulang dari  sekolah. Bahkan diantara pelanggannya, banyak pula yang langsung datang ke rumahnya untuk mengambil barang yang mereka inginkan.

Sistem yang dipakai dengan grosir dimana ia mengambil barang yang akan dijualnya lagi adalah denga bayar dimuka atau sistem kulak. Walaupun diakuinya agak merasa kesulitan dalam permodalan untuk mengkulak barang pesanan, mbak Tunik selalu konsisten dan pantang menyerah dalam menjalankan usaha ini.

Pemasaran

Kebanyakan pembeli produk-produk yang dijualnya adalah teman-temannya, tetangga dan ibu-ibu dari teman anaknya sekolah. Banyak juga kenalan lain yang ditemuinya secara tidak sengaja baik dari teman, sahabat dari ibu teman anaknya atau dari pameran-pameran yang sering ia kunjungi guna melihat barang-barang dengan kualitas bagus yang bisa dijualnya lagi.

Mungkin memang karena bakat dagangnya dari kecil sehingga banyak sekali orang-orang yang membeli apa saja yang dijualnya.

Dalam menjual barang dagangannya ia membuat sistem yang fleksibel dengan melihat kondisi orang yang membelinya. Cash, bagi orang yang ia anggap sanggup untuk langsung membayar lunas, namun bisa juga bayar tempo 2 kali. Inilah yang membuat pelanggannya senang dan tetap membeli darinya daripada repot pergi ke toko.

Kendala dalam menjual barang dagangannya yang yang palimg sering ia temui adalah jika pembeli ingin menukar barang yang ia ambil karena warna yang mungkin kurang dusukainya.

Hal ini membuat mbak Tunik harus balik lagi ke tempat/grosir dimana ia megambil barang tersebut. Lebih repotnya lagi jika tidak ada sistem retur. Memang barang yang tidak bisa ditukar tersebut bisa dijualnya ke orang lain, namun itu membutuhkan waktu sehingga menjadikan modal terhenti.

Simulasi Keuntungan

Pemasukan
Penjualan 1 bulan
Sprei = 25 x Rp 120.000,00 = Rp 3.000.000,00
Baju = 40 x Rp 70.000,00 = Rp 2.800.000,00
Sarung = 50 x Rp 40.000,00 = Rp 2.000.000,00
Koko = 25 x Rp 75.000,00 = Rp 1.875.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 9.000,00 = Rp 180.000,00
Total pemasukan = Rp 9.855.000,00

Pengeluaran
Kulak per item
Sprei = 25 x Rp 110.000,00 = Rp2.750.000,00
Baju = 40 x Rp 60.000,00 = Rp 2.400.000,00
Sarung = 50 x Rp 30.000,00 = Rp 1.500.000,00
Koko = 25 x Rp 60.000,00 = Rp 1.500.000,00
Sabun lulur = 20 x Rp 7.000,00 = Rp 140.000,00
Total kulak barang = Rp 8.290.000,00
Transportasi = Rp 150.000,00
Total pengeluaran = Rp 8.440.000,00

Keuntungan bersih
Rp 9.855.000,00 – Rp 8.440.000,00 = Rp 1.415.000,00

sumber : http://bisnisukm.com